Langsung ke konten utama
Inovasi

JANNAH ( JejAriNg AmaNAH untuk Deteksi Bumil Berisiko Tinggi dan Pendampingan Berkelanjutan) Oleh Noor Jannah,S.Si.T,Bdn

P
Puskesmas Wirang
27 Jun 2025 00:002 menit baca
JANNAH ( JejAriNg AmaNAH untuk Deteksi Bumil Berisiko Tinggi dan Pendampingan Berkelanjutan) Oleh Noor Jannah,S.Si.T,Bdn

Kesehatan ibu hamil merupakan salah satu indikator utama dalam menilai keberhasilan pembangunan Kesehatan suatu negara. Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi tantangan besar di Indonesia, meskipun telah  berbagai upaya untuk menurunkannya.

Salah satu faktor utama yang berkontribusi pada tingginya AKI adalah keterlambatan dalam mendeteksi dan menangani kehamilan berisiko tinggi. Ibu hamil dengan risiko tinggi seperti anemia, hipertensi, usia terlalu muda atau tua, kerhamilan multiple, dan kondisi medis tertentu sering kali tidak terdeteksi secara dini. Keterlambatan ini dapat menyebabkan komplikasi serius, baik pada ibu maupun janin, termasuk kelahiran premature, berat badan lahir rendah, dan bahkan kematian.

Di Puskesmas Wirang cakupan deteksi bumil berisiko tinggi pada tahun 2021 sebanyak 46 kasus (118%),  tahun 2022 sebanyak 64 kasus (168%), dan tahun 2023 sebanyak 67 kasus (172%),  artinya terjadi peningkatan kasus bumil berisiko tinggi di setiap tahunnya.

Untuk menjawab permasalahan ini, program ”JejAriNg AmaNAH” di rancang sebagai sebuah solusi integrative yang melibatkan tenaga kesehatan, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun jejaring yang amanah. Inovasi ini merupakan terobosan yang dilakukan oleh Puskesmas Wirang berintegrasi dengan inovasi Kemilau Cinta Terintegrasi (Kelas Ibu Hamil Andalan Utama Cegah Kematian Ibu dan Anak) dan Peka (Pengingat Kunjungan ANC) dari Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yaitu Antenatal Care (ANC) Terpadu.

 

Adapun keunggulan dan kebaharuan dari inovasi ini adalah:

1.    Skrinning Berbasis Komunitas

2.    Penggunaan Alat Deteksi Sederhana

3.    Kunjungan Rumah

4.    Pendekatan Personal

5.    Kelompok Dukungan Ibu

6.    Pemantauan berbasis Teknologi

 

Tahapan Kerja Inovasi:

1.    Persiapan: Identifikasi masalah, rapat lintas program dan sektor.

2.    Pelaksanaan: Pelatihan kader, pendataan ibu hamil, edukasi keluarga, skrining, kunjungan rumah, dan monitoring berbasis teknologi.

Tujuan Inovasi

1.    Memberikan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan.

2.    Memberikan pendampingan berkelanjutan bagi ibu hamil dengan risiko tinggi untuk

memastikan keselamatan ibu dan bayi.

3.    Memastikan deteksi dini ibu hamil dengan risiko tinggi melalui pendekatan personal dan pemantauan berbasis teknologi.

Bagikan

Trending

Berita Terpopuler

Yang paling banyak dibaca pembaca akhir-akhir ini

Lihat Semua
  1. 01
    Pendampingan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Sp.OG) serta Dokter Spesialis Anak (Sp.A) di Puskesmas Wirang
    Kegiatan Puskesmas·1 minggu yang lalu

    Pendampingan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Sp.OG) serta Dokter Spesialis Anak (Sp.A) di Puskesmas Wirang

  2. 02
    Assessment Kader Posyandu
    Kegiatan Puskesmas·2 minggu yang lalu

    Assessment Kader Posyandu

  3. 03
    https://skm.go.id/share/instansi/40bec0e3-f161-4683-9eb4-3b763b505fb5/2
    Informasi Kesehatan·2 minggu yang lalu

    https://skm.go.id/share/instansi/40bec0e3-f161-4683-9eb4-3b763b505fb5/2

  4. 04
    Pemberdayaan kader dalam rangka pencegahan Penyakit tidak menular (kader posbindu)
    Kegiatan Puskesmas·1 bulan yang lalu

    Pemberdayaan kader dalam rangka pencegahan Penyakit tidak menular (kader posbindu)

  5. 05
    SOSIALISASI OLEH BKPSDM TABALONG, MENGENAI PENERAPAN MANAJEMEN TALENTA ASN PADA INSTANSI PEMERINTAH
    Kegiatan Puskesmas·1 bulan yang lalu

    SOSIALISASI OLEH BKPSDM TABALONG, MENGENAI PENERAPAN MANAJEMEN TALENTA ASN PADA INSTANSI PEMERINTAH