Pembekalan Kader dalam Rangka Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal bagi Ibu Hamil KEK dan Resiko KEK serta Balita Bermasalah Gizi

Pembekalan Kader dalam Rangka Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal bagi Ibu Hamil KEK dan Resiko KEK serta Balita Bermasalah Gizi
Dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat serta mendukung percepatan penurunan stunting, [Nama Instansi/Puskesmas] menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Kader dalam Rangka Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal bagi Ibu Hamil KEK dan Resiko KEK serta Balita Bermasalah Gizi. Kegiatan ini diikuti oleh kader Posyandu, kader PKK, serta tenaga kesehatan yang berasal dari wilayah kerja Puskesmas Wirang.

Pembekalan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam menyiapkan makanan bergizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, aman dikonsumsi, serta memiliki nilai gizi tinggi. Penguatan kapasitas kader menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.
Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai kebutuhan gizi ibu hamil, penanganan ibu hamil dengan kondisi KEK, prinsip penyusunan menu seimbang, teknik pengolahan makanan yang higienis, hingga praktik langsung membuat menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal.
Narasumber menyampaikan bahwa pemenuhan gizi pada masa kehamilan sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, kader diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus mendampingi ibu hamil dalam menerapkan pola makan sehat sesuai kebutuhan gizi.
Kepala Puskesmas Wirang, dr. Endar Wibowo, MM dalam sambutannya mengapresiasi semangat para kader yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Menurutnya, kader merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat yang berperan aktif dalam memberikan penyuluhan, pemantauan, serta pendampingan kepada ibu hamil dan keluarga.

Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan seluruh kader mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di wilayah masing-masing sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu, membantu menurunkan angka ibu hamil KEK, serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Kegiatan berlangsung dengan antusias, ditandai dengan sesi diskusi interaktif, tanya jawab, dan praktik penyusunan menu berbahan pangan lokal. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.





