SINI ZAKIR MARI BUMIL (Skrining Inovatif Zero Kasus Infeksi Risiko Malaria pada Ibu Hamil) Oleh Muzakir,S.Kep.Ns dan Noor Jannah,S.Si.T,Bdn

PERMASALAHAN
Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah tropis seperti Indonesia. Penyakit ini memberikan dampak serius, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil. Infeksi malaria pada ibu hamil dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti anemia berat, persalinan prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), bahkan berujung pada kematian ibu maupun bayi.
Kalimantan Selatan masih memiliki daerah-daerah endemis malaria dengan API pada tahun 2017 sebesar 2,09. Salah satu wilayah dengan API tertinggi adalah Kabupaten Tabalong (Dinkes Provinsi Kalsel, 2018). Penularan malaria di wilayah ini erat kaitannya dengan faktor lingkungan, hospes, dan agen penyakit. Aktivitas pembukaan lahan tambang, perkebunan karet, serta kelapa sawit menjadi faktor yang memengaruhi transmisi malaria. Lahan bekas tambang menciptakan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Anopheles, vektor malaria. Selain itu, pembukaan lahan perkebunan mengubah ekosistem alami flora dan fauna, yang turut mendukung penyebaran malaria.
Kecamatan Haruai di Kabupaten Tabalong termasuk dalam wilayah endemis malaria. Puskesmas Wirang yang berada di Kecamatan Haruai mencatat jumlah kasus malaria sebanyak 9 kasus pada 2020, 1 kasus pada 2021, dan 1 kasus pada 2023. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus malaria pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Wirang, potensi penularan tetap ada. Hal ini dikarenakan sebagian kecil suami dari ibu hamil di wilayah tersebut bekerja sebagai perambah hutan atau penebang kayu di Daerah Kalimantan Timur yang kasus malaria masih sangat tinggi.
Situasi ini menggarisbawahi pentingnya program pencegahan, seperti skrining rutin dan edukasi untuk melindungi kelompok rentan, terutama ibu hamil, dari ancaman malaria.
KEUNGGULAN DAN KEBAHARUAN
Inovasi SAHABAT AMAN BUMIL (Sistem Antipasi dan Home-Based Action Terpadu AMAN dari malaria pada Ibu Hamil) merupakan evolusi dan penyempurnaan dari inovasi pendahulunya, SINI ZAKIR MARI BUMIL (Skrining Inovatif Zero Kasus Infeksi Risiko Malaria pada Ibu Hamil). Berikut adalah keunggulan dan kebaharuannya:
· Evolusi Program: jika inovasi sebelumnya (Sini Zakir Mari Bumil) berfokus pada skrining dini dan edukasi, inovasi lanjutan ini memperluas cakupan secara holistic ke pencegahan aktif, pemantauan berkelanjutan, dan respon cepat berbasis rumah tangga/komunitas.
· Dukungan Teknologi: Pemanfaatan SMS dan WhatApp untuk menyebarluaskan informasi kesehatan secara cepat, menjangkau wilayah sulit/terpencil, serta menjadi media pengingat.
· Kolaborasi Terintegrasi: Melibatkan lintas program dan lintas sektor secara berkesinambungan untuk memastikan efektivitas di lapangan.
Tujuan Utama:
· Sasaran Utama: Mencapai dan mempertahankan zero (nol) kasus malaria pada ibu hamil secara berkelanjutan
· Penguatan sistem: Mengoptimalkan pemantauan berbasis kader kesehatan dan keluarga
· Target Kebijakan: Mendukung pencapaian SPM Kesehatan Ibu dan Pengendalian Penyakit Menular
Kegiatan:
· Pencegahan dan Proteksi Ibu Hamil
Ø Edukasi penggunaan kelambu
Ø Pemasangan stiker” Rumah Bumil Aman Malaria” sebagai tanda pengenal dan media pengingat bagi keluarga/nakes
· Pemantauan Berkelanjutan (Kader dan Keluarga)
Ø Integrasi pemantauan kesehatan ibu hamil dengan kunjungan Antenatal Care (ANC) atau kunjungan rumah (home visit)
Ø Pemberdayaan suami dan keluarga untuk aktif mengawasi gejala klinis harian di rumah
· Respons Cepat dan Tata Laksana
> Pemberlakuan jalur cepat (fast track) dan rujukan prioritas bagi ibu hamil yang terindikasi suspek malaria untuk penanganan medis segera
Tujuan Inovasi
1. Meningkatkan Deteksi Dini Malaria pada Ibu Hamil
2. Mencegah Penularan Malaria pada Ibu Hamil
3. Mengurangi Komplikasi Kehamilan Akibat Malaria
4. Mendukung Upaya Eliminasi Malaria


